Inspiration

Mereka Memanggilku Bionic Woman

June 17, 2017

Seorang wanita tentu merasa senang jika dirinya dibilang cantik dan punya bentuk tubuh ideal. Namun beda denganku, orang kerap memberiku julukan “Bionic Woman,” si wanita berpipi metal.
Bionic Woman adalah sebuah film seri di era ‘70an. Ini adalah sebuah film yang menceritakan tentang seorang wanita biasa yang mengalami kecelakaan, lalu ia menjalani operasi menjadi sesosok manusia robot. Apa yang tadinya adalah kelemahannya, sekarang menjadi kekuatannya. Apakah Anda pernah mendengar tentang film ini atau malah sudah pernah menontonnya?

“Bionic Woman.” Itulah julukan yang diberikan oleh banyak orang kepadaku, karena di wajahku ada plat besi, tepatnya di bagian pipi sebelah kanan. Plat ini berfungsi untuk menggantikan tulang pipi kananku yang hancur akibat kecelakaan pesawat tanggal 30 november 2004 itu. Saat itu umurku masih 19 tahun. Aku sedang bertugas sebagai seorang pramugari, duduk di area bangku bagian depan yang posisinya tepat membelakangi dinding cockpit.

Photo by Hansel Yapadi

Saat mendarat, pesawat yang kutumpangi menabrak pagar, dan berbarengan dengan itu aku dan sahabatku yang duduk di sebelah kanan terlempar hingga ke bagian sayap pesawat. Aku merasa tubuhku seolah terlempar dalam gerak lambat. Aku menoleh dan melihat kepala sahabatku remuk seketika dihantam oleh dinding lavatory yang persis di depan kami. Pipiku yang disebelah kanan hancur karena terbentur dinding lavatory itu. Rasanya begitu banyak benda terlontar ke tubuhku. Tadinya tubuhku terasa sakit sekali akibat hantaman benda-benda itu. Namun akibat luka-luka parah yang kuderita di sekujur tubuhku, akhirnya aku tak merasakan apa pun lagi.
Ada banyak bekas jahitan di sekujur tubuhku, juga ada pen metal yang dipasang di bagian pinggang dan kaki. Akibat kecelakaan itu, totalnya aku menjalani operasi sebanyak 5 kali di bagian wajah dan 19 kali di bagian kaki. Lemak di bagian perut dipindahkan ke wajah. Otot besar dari punggung belakang harus diambil untuk mengganti urat kaki yang hilang. Sedangkan daging kaki yang hilang harus diganti dengan daging dari paha sebelah kiri dan kanan. Dokter yang menanganiku saat itu juga mengatakan bahwa aku mirip “Bionic Woman.”

Photo by Hansel Yapadi

Banyak orang bertanya, “Kalau kamu pas jalan lewat mesin x-ray di bandara alatnya jadi bunyi dong?” Terkadang alat itu memang berbunyi setiap kali aku lewat, karena mendeteksi metal yang ada di dalam tubuhku. Namun sepertinya petugas di bandara sudah tahu dan mengerti tentang keadaan para penumpang yang tubuhnya dipasangi metal.

X-ray operasi yang ke 19, Dokter mematahkan tulang kecil kakiku yang kecil dan dipasangkan pen. ini fungsinya agar tulang kecil dipaksa menjadi tulang utama.

Awalnya aku memang risih dengan julukan itu dan merasa minder oleh keadaan tubuhku. Namun siapa juga yang mau peduli tentang itu. Terkadang kita memberi nilai terlalu buruk pada diri kita sendiri. Kita merasa terlalu gendut lah, kurang ini lah, kurang itulah. Orang lain malahan punya penilaian yang jauh lebih baik tentang kita. Namun tetap saja, apa pun penilaian positif yang orang berikan, kita tetap menganggapnya cuma sebagai hiburan agar kita tidak terlalu berkecil hati dengan kekurangan kita.

Ganti perban setalah hari ke 2 operasi yang ke 19 kalinya

Infus yang dipasang di leher, karena nadi di tanganku terlalu halus.

Bersama mama sebelum operasi, mama yang selalu memberikan support

Adventist Hospital

Ketika aku bilang pada diri sendiri bahwa aku sakit, maka aku akan terus merasa seperti orang sakit. Ketika aku merasa hidupku kurang, maka aku akan terus diliputi oleh rasa berkekurangan. Sikap ini dapat mematikan potensi-potensi yang kita punya. Namun saat kita melihat orang lain yang keadaannya jauh lebih buruk atau jauh di bawah kita, maka ini sepertinya dapat membantu kita untuk lebih mensyukuri keadaan kita. Aku pun mengalami hal serupa. Aku telah melihat orang lain yang keadaannya jauh lebih buruk dariku namun masih mampu berjuang untuk hidup, bahkan berprestasi. Apa pun keadaanmu hari ini, hidup terus berjalan.

Photo by Hansel Yapadi

Seorang “Bionic Woman” saja bisa menjadi pahlawan karena melawan penjahat dan membela kebenaran. Yahh…memang kasusku tidak se-ekstrim seperti di film itu, namun yang kutahu dari kejadian dan operasi lepas operasi yang kujalani Tuhan ternyata membentuk imanku kuat seperti “Bionic Woman”. Iman yang mampu untuk tetap bertahan mengatasi rasa sakit dan melihat masa depan yang sudah Tuhan rancangkan indah untukku. Dan setidaknya biarlah aku bisa membantu orang-orang yang sedang merasa lemah. Aku ingin menyemangati mereka agar bangkit kembali. Kalau aku saja yang tubuhnya tak sempurna ini bisa, apalagi Anda yang punya tubuh sempurna.

Ubahlah kekuranganmu menjadi kelebihanmu. Karena kamu dari awal sudah ditentukan untuk menjadi pemenang.

Ayah Aku Rindu Padamu - Ayahku Pahlawanku
Memulai Dari Apa Yang Ada Untuk Menggapai Impianmu

You Might Also Like

17 Comments

  • Reply Keyzha Evanggllyne June 17, 2017 at 11:59 AM

    Your live is inspiring me a lot…bahwa hidup itu perjuangan yg harus dan mau terus berjuang…wlpun aq tdk mengalami apa yg terjadi sm km tetapi hidup qu juga harus pikul salib yg luar biasa…

    Tapi lwt kesaksian hidup mu aq punya semangat utk terus berjuang and never give up..

    Tangan Tuhan sll menopang dan tdk pernah sedetik pun tinggalkan kita…

    Thanks yaa sdh membagikan kesaksian hdp nya dan itu sangat2 berarti bagi banyak org yg hampir give up…

    Tuhan Memberkati

    • Reply laura June 17, 2017 at 1:14 PM

      ur welcome Keyzha, thank you for visiting my blog

  • Reply Mochammad Nadif June 17, 2017 at 1:24 PM

    Sangat menginspirasi seorang kak laura

    • Reply laura June 17, 2017 at 6:56 PM

      Thank you Mochammad Nadif

  • Reply Kezia June 17, 2017 at 2:04 PM

    Always ngefans. Sukaakkk banget. Love u full cc, get well soon 😘😘

    • Reply laura June 17, 2017 at 6:56 PM

      Thank you Kezia, kamu juga yah get well soon… biar kita bisa buat vlog lagi

  • Reply samy June 17, 2017 at 4:11 PM

    hidup adalah perjuangan tanpa henti, manusia bisa terluka, manusia pasti menangis
    aku juga pernah kecelakaan yg mengakibatka lumpuh total di tubuh bagian kiri (di usia 26 tahun), 3 bulanan tangan dan kaki mati rasa tidak terhubung dengan otak, berjuang terapi berbulan-bulan dan saat inisudah memasuki tahun ke 11, masih terus berjuang mengejar mimpi yg terhempas.

    • Reply laura June 17, 2017 at 7:01 PM

      Thank you Samy untuk semangatmu, betul Samy.. jangan pernah menyerah untuk mengejar mimpi..
      dalam hidup yang paling terpenting adalah semangat, karena semangat yang patah mengeringkan tulang. Mari kita berjuang untuk masa depan yang jauh lebih baik.

  • Reply Indry June 17, 2017 at 8:06 PM

    Luarr biasaa kakaa

    • Reply laura June 18, 2017 at 7:57 AM

      Thank you Indri

  • Reply Camelia June 18, 2017 at 12:29 AM

    Hai laura apa kabar? Lama ga ketemu. Terakhir ketemu kamu di terminal 2 sebelum kamu di bawa ke sin ( if u still remember) btw so proud of u , u still and keep rising no matter what..

    • Reply laura June 18, 2017 at 7:58 AM

      Kabarku sekarang lagi tahap pemulihan habis operasi mba Camelia, skrg mba Camelia masih terbangkah?

  • Reply sandra June 19, 2017 at 2:21 AM

    Kadang hidup kita terhina, dijugde, dicacimaki, penolakan dan dijauhi oleh teman padahal kita punya tujuan baik, sudah merasa tercabik-cabik dalam diri kita. Luar biasa Laura telah mampu melewati masa-masa sulit akhirnya menjadi indah pada waktunya.
    God Bless U!

    • Reply laura June 19, 2017 at 9:17 AM

      iya sist, selama kita punya tujuan baik dan tulus.. Apapun yang terjadi dalam hidup, meski mengecewakan sekalipun kita akan tetap ikhlas menjalaninya. Betul sist Sandra semua akan indah pada waktuNYA. Thank you for visiting my blog, have a blessed day Sist Sandra.

  • Reply Petrus June 19, 2017 at 3:58 PM

    Laura, semua tulisanmu tentu menginspirasi banyak orang. Melalui prosesmu yg tentu tidak mudah, Tuhan mengangkatmu utk menjadi pribadi yg dipakai Tuhan luar biasa. Iman, pengharapan, dan kasih biarlah tetap menyala2 di dalammu..

    • Reply laura June 20, 2017 at 6:53 AM

      Thank you Petrus… for visiting my blog
      iya betul semua hanya karena kebaikan Tuhan saja, Amin.

  • Reply Shirley August 31, 2017 at 1:35 AM

    Terima kasih sudah mau berbagi. Pada saat ini saya juga sedang menjalani pengobatan TB paru. Yang membuat sy stress dan down adalah bukan karna sakit saya tapi karena saya merasa seperti mengambang dan saya seperti tidak yakin dengan aoa yg ada di deoan saya dengan kondisi seperti sekarang. Saya takut dengan hal2 yg menjadi side effect. Dan saya tau layaknya internet jaringan koneksi saya dgn Tuhan Yesus masih sangatlah lemah. Karena saya masih memikirkan kelmahan2 ketakutan saya, saya blm mampu melihat harapan dan bersandah serta berharap sepwnuh2 nya hanya kepada Tuhan Yesus Kristus. Tapi melalui sharing kak laura, saya juga mau seperti kakak. Berpaling dr membanggakan dan mengandalkan penampilan lahiriah dan juga dulunya saya sangat membanggakan kesehatan saya, sekarang saya harus mulai belajar mwnwrima bahwa tubuh manusia itu fana dsn bukan miliknya sendiri. Terima kasih kak…mohon bantuannya utk tetap memberikan semangatbdan inspirasi tentang kasih Tuhan dan betapa besarnya Tuhan kita

  • Leave a Reply